Sejarah Handphone: Dari Sekadar Telepon Genggam Hingga Menjadi “Smartphone”

Sejarah handphone dari masa ke masa

Industri komunikasi menjadi elemen yang berkembang paling pesat dalam bidang teknologi. Bukan gaul namanya kalau sekarang belum punya handphone yang mendukung 4G, kamera 12 MP, dan fingerprint untuk membuka perangkat.

Padahal, jika kamu hidup di era 90-an, sekadar menelepon dengan Nokia 7110 saja sudah bisa menjadi sorotan jutaan mata.

Berbicara handphone, penulis percaya diri kamu sudah piawai dalam mengoperasikannya; bermain game, berselancar di internet, membuat hotspot, bahkan mengintip password jaringan orang lain.

Namun, penulis bertaruh hanya 1 dari 10 orang yang tahu akan sejarah perangkat komunikasi yang satu ini.

Agar tidak menjadi salah satu dari sepuluh orang tersebut, kuy simak sejarah handphone berikut ini untuk mengetahui penemunya, perkembangan dari masa ke masa, dan potret handphone zaman sekarang.

Daftar Isi:

Era 70–80an: Penampakan Handphone untuk Pertama Kalinya

Telepon sudah lama dikenal sejak 1870-an. Dalam perkembangannya, telepon hadir dalam bentuk nirkabel (tanpa kabel) seperti yang terintegrasi pada truk dan mobil.

Telepon mobil, salah satu bentuk telepon nirkabel.

AT&T dan Motorola adalah dua perusahaan yang bergerak dalam bidang wireless communication. Keduanya tengah mencoba mengembangkan telepon nirkabel menjadi sesuatu yang lebih baik.

Sementara AT&T fokus dalam mengembangkan telepon mobil, adalah Martin Cooper, orang pertama yang melakukan panggilan menggunakan handphone. Saat itu, ia mencoba menelepon Dr. Joel S. Engel, rivalnya dalam bidang telekomunikasi

Skenario Cooper saat memperagakan handphone besutannya di depan publik.

Setelah berhasil terhubung, dengan bangga ia mengatakan kepada Joel bahwa panggilannya itu ia lakukan menggunakan telepon seluler (cell phone).

Untuk menyebarluaskan karyanya ini, Cooper bermaksud mengadakan pameran perdana.

Pada 1973, Cooper menunjukkan pengoperasian DynaTAC –sebutan handphone-nya– kepada publik. Publik terheran-heran karena baru pertama kali melihat prototipe telepon yang tidak terintegrasi sama sekali.

Dua tahun setelah pamerannya, ia pun mematenkan hasil temuannya itu. Banyak investor yang membuka jalan bagi Cooper untuk mengomersialisasikan handphone-nya.

Pada 1983, ia memutuskan bekerjasama dengan Motorola dalam memasarkan handphone-nya yang diberi nama DynaTAC 8000x.

Namun, jangan bandingkan handphone generasi pertama ini dengan generasi sekarang; baik dari segi harga, konektivitas, bobot, maupun daya baterai.

Pasalnya, harga DynaTac ketika diluncurkan mencapai 4.000 USD atau setara dengan 8700 USD saat ini. Jika 1 USD sama dengan 13.000 rupiah, harganya mencapai 113 juta rupiah per unitnya.

Angka yang fantastis mengingat handphone ini hanya bisa menelepon, berteknologi 1G, berbobot satu kilo, dan baterainya hanya mampu bertahan dua puluh menit.

Era 90-an: Handphone Mulai Berevolusi

Tak lama setelah peluncurannya, dengan cepat handphone langsung menjadi bahan pembicaraan hangat di seluruh dunia.

Sayangnya, handphone yang ada pada saat itu masih terbatas untuk menelepon saja. Apalagi jika mengingat bodinya yang besar dan berat sehingga mesti dimasukkan ke dalam tas apabila ingin dibawa pergi.

Oleh sebab itu, para investor hendak mengembangkan handphone menjadi sesuatu yang lebih mudah, berguna, dan nyaman digunakan dengan menambahkan fitur-fitur baru.

Era 90-an bisa dibilang eranya Motorola karena pasar handphone benar-benar didominasi oleh perusahaan yang berpusat di Chicago itu.

Selain karena merupakan perusahaan yang pertama kali mencetus nama handphone, Motorola juga aktif dalam berinovasi sehingga mendapat sambutan yang baik dari masyarakat.

Di bawah ini sejumlah seri handphone fenomenal pada dekade ketiga ini.

Motorola International 3200 (1992)

Motorola International 3200.

Diperkenalkan pada 1992, Motorola International 3200 adalah handphone pertama yang sudah disesuaikan dengan ukuran tangan.

Selain itu, handphone ini juga sudah dilengkapi layar LCD, bisa mengirim dan menerima SMS, port untuk memasukkan handset, dan antena sebagai penghias belaka.

Nokia 1011 (1992) 

Nokia 1011 adalah handphone pertama yang mendukung GSM. Serinya menggambarkan waktu rilis handphone ini, yaitu pada 10 November 1992.

Tidak hanya mendukung GSM, handphone ini juga dilengkapi memori yang bisa menyimpan hingga 99 butir nomor telepon.

Terlepas dari itu, tidak sampai dua tahun setelah diluncurkan, handphone ini berhenti produksi dan digantikan dengan Nokia 2010 yang sudah dilengkapi fitur-fitur baru.

Motorola StarTAC (1996)

Motorola StarTAC.

Dirilis awal tahun 1996, adalah handphone pertama yang mengusung arsitektur flip. Saat itu, desain ini sungguh unik dan menarik perhatian.

Tak heran, Motorola StarTAC menjadi salah satu handphone tersukses sepanjang sejarah. Tidak kurang dari 60 juta StarTAC terjual dengan harga seribu dolar per unitnya.

Nokia 9000 Communicator (1996)

Setelah lama “gigit jari” melihat kemenangan Motorola, Nokia akhirnya bangkit dengan seri terbarunya Nokia 9000 Communicator.

Handphone ini diluar dugaan semua orang karena mendukung fitur yang sangat banyak seperti kamera, internet, note, dan kalkulator. Tak heran jika ia dijuluki “smartphone”.

Hal lain yang mencolok dari handphone ini adalah beratnya hanya 400 gram. Bukan hanya itu, handphone ini juga mendukung prosesor Intel 24 MHz dan kapasitas memori 8 MB.

Selang beberapa tahun kemudian, handphone ini digantikan dengan Nokia 9110 Communicator. Tidak banyak perubahaan kecuali beratnya dipangkas menjadi 250 gram dan kecepatan prosesornya ditingkatkan menjadi 33 MHz.

Era 2000-an: Kemunculan Kompetitor Baru

Motorola dan Nokia boleh berbangga pernah menjadi penguasa dalam pasar gadget, namun pada akhirnya mereka harus mengakui kekalahan dengan kompetitor-kompetitornya yang lebih muda.

Berikut lis handphone dari dekade 2000-an.

Samsung SPH-M100 (2000)

Tidak mau ketinggalan, Samsung pun ikut mewarnai tren inovasi handphone. Samsung SPH-M100 adalah handphone pertama yang mendukung MP3. Selain itu, handphone ini memiliki memori yang cukup besar yaitu 64 MB.

Ericsson T39 (2001)

Handphone ini dirilis oleh Ericcson Mobile Communication. Diduga handphone pertama yang mendukung bluetooth.

BlackBerrry 7210 (2003)

Memang bukan pencetus pertama. Namun dalam BlackBerry, seri 7210 adalah handphone pertama yang layarnya berwarna. Tidak sampai di situ, handphone ini juga menggunakan keyboard QWERTY yang luas sehingga memudahkan pengoperasian handphone.

iPhone (2007)

Apple iPhone.

iPhone generasi pertama rilis setelah berbagai rumor dan spekulasi. Handphone ini mendukung GPRS dan EDGE untuk transfer data. Yang menarik, handphone ini merupakan handphone pertama yang berlayar touch-screen, tanpa keyboard dan mouse yang digagas CEO Apple Steve Jobs.

Sebelum dirilis, iPhone menjadi handphone yang paling ditunggu-tunggu oleh orang seantero dunia. Survei mengatakan, enam dari sepuluh orang Amerika mengetahui iPhone sebelum perilisannya.

Tak hanya itu, lebih dari 12.000 surat kabar dan 70 juta halaman web memuat berita tentang iPhone. Ini karena mereka tak sabar ingin mencicipi handphone dengan layar sentuh.

Jangan tanya bagaimana kehebohan iPhone begitu dirilis. Ribuan orang mengantre di depan ritel Apple dan AT&T. Banyak toko mengeluh stok iPhone yang dilalap habis dalam hitungan jam. Sampai-sampai pihak kepolisan pun turun tangan untuk memastikan keselamatan toko dari pencurian dan penembakan.

Selang setahun setelahnya, Apple memperbarui perangkatnya dengan merilis iPhone 3G. iPhone lama sudah tidak lagi mendapat pembaruan perangkat lunak.

Satu di antara kelebihan iPhone baru ini adalah adanya App Store yang kemudian melahirkan ribuan aplikasi dan permainan gratis maupun berbayar.

Fenomena Demam Blackberry

Selama 2008–2011, dunia sempat diguncang dengan “virus BB” (baca: BlackBerry). Menariknya, tidak hanya menyerang kalangan awam, bahkan Barack Obama pun ikut terbius virus yang satu ini. Ia bahkan lebih mementingkan BB-nya daripada keamanannya saat menjabat menjadi presiden Amerika Serikat.

Bukan tidak mungkin dahulu kamu menjadi salah satu orang yang terbius virus ini.

Aplikasi BBM yang tersedia di perangkat ini memang membuat orang kecanduan chatting dengan teman atau pasangannya. 

Akibat fenomena ini, saham BlackBerry meningkat drastis hingga 28 triliun dolar. Ini adalah masa-masa kejayaan BlackBerry.

Lis handphone BlackBerry.

Salah satu handphone BB yang tengah booming waktu itu adalah seri Dakota. Handphone ini memadukan antara layar sentuh dengan keyboard QWERTY. Selain Dakota, juga ada BlackBerry Torch yang mengusung model slide.

Android dan iOS Jadi Wajah Baru

Kendati demikian, fenomena demam BB hanya berlangsung selama kurang lebih tiga tahun. Ada perlawanan sengit dari dua kubu besar, yaitu Android dan iOS, yang kebanyakan mengusung layar touch screen tanpa keyboard.

Meski sempat mencoba bertahan dengan mengeluarkan seri BlackBerry 10 yang mengikuti gaya Android dan iOS, ternyata seri ini tidak terlalu laku di pasaran.

Pada 29 September 2016, BlackBerry secara resmi akui kekalahannya dengan berhenti memproduksi handphone. Kini, BlackBerry banting setir dan fokus pada pengembangan aplikasi lunak dan fitur keamanan pada handphone.

Selain itu, aplikasi chatting-nya, BBM, juga sudah bisa diinstal melalui perangkat Android maupun iOS.

Contoh model handphone zaman sekarang.

Sampai artikel ini ditulis, kondisi pasar handphone masih dikuasai Android dan iOS. Sementara sistem operasi Android digunakan secara luas oleh produsen-produsen handphone lain, Apple masih konsisten untuk menyediakan iOS secara ekslusif untuk iPhone saja.

Penutup

Bagi sebagian besar orang, kebutuhan pokok bukan hanya sandang, pangan, dan papan. Handphone yang responsif dan kondusif juga diperlukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kini handphone bukan lagi barang yang ekslusif, mewah, ataupun langka. Jika dahulu handphone hanya dimiliki segelintir orang berkantong tebal, sekarang, tukang sayur keliling pun sudah pintar menggunakan smartphone untuk berinteraksi dengan komunitasnya.

Teknologi yang disematkan pada handphone pun semakin canggih dan berkembang pesat. Kamu mungkin tahu bahwa iPhone X yang akan segera dirilis nanti sudah tidak lagi menggunakan fingerprint, namun Face ID yang cukup mengarahkan wajah ke layar untuk membuka handphone.

Secanggih apa pun handphone nantinya, setidaknya kamu belajar bahwa handphone-handphone tersebut berawal dari sebuah benda yang berat dan besar pada tahun 70-an.

Tentang Ihsan Nurul Iman 73 Articles
Penulis sekaligus admin blog ini. Hobi membaca, menulis, terutama seputar hal-hal berbau teknologi.

Belum ada yang Komentar. Bantu Ramaikan!

Tambahkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*